sejarah reformasi gereja john calvin

Sejarah Reformasi Gereja John Calvin

Diposting pada

PERMULAAN

Johanes Calvin atau Jean Cauvin, lahir 10 Juli 1509 di Noyon Picardy, anak seorang pegawai uskup. Pada awalnya Calvin mau belajar teologi, namum ayahnya berbalik pikiran karena pengalaman pribadinya, maka Calvin disuruh belajar hukum. Pertama-tama Calvin pergi ke Paris untuk belajar Bahasa Latin tahun 1523. Kemudian ia pindah ke Orlean untuk belajar hukum dan memperoleh gelar Doktor Hukum tahun 1533. Di samping itu Calvin juga belajar Bourges. Namun bagi Calvin, belajar hukum tidak membuat dia merasa puas, sebab perhatian humanisnya telah bertumbuh. Bahkan tulisan pertamanya tahun 1532 tentang sebuah Komentar Kitab De Clementia, dipengaruhi pikiran humanismenya dan di dalamnya belum ada pemikiran Reformasinya.

PERTOBATAN

Menurut Aland, pertobatan Calvin yang didasarkan atas pengalamannya bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja. Sebab bagi Calvin, sangat segan untuk membuat pernyataan pribadi. Beberapa ahli mengatakan pertobatan Calvin ini terjadi antara tahun 1528 atau 1533. Aland tidak setuju bahwa tahun petobatan Calvin terjadi pada tahun 1528. Sebab jika Calvin telah bertobat tahun 1528, seharusnya Calvin tidak ikut berpartisipasi dalam pelayanan ibadah Katolik dan tidak boleh menerima gaji jika dia sudah lama menemukan posisi barunya. Bagi Aland, pertobatan Calvin terjadi pada tahun 1533, sebab setelah Calvin menemukan iman barunya, dia begitu bersemangat memberitahunan ajaran barunya. Sehingga tahun-tahun sebelum tahun 1533 adalah masa persiapan Reformasinya. Misalnya pada tahun 1529 di Bourges, Calvin dipengaruhi pemikiran Melkior Wolmar yang telah membaca tulisan Luther saat itu. Kemudian sekitar tahun 1531, Calvin mulai dipengaruhi humanisme dengan menerbitkan tulisan Komentar Kitab De Clementia – nya. Dan pada tahun 1533, ketika di Oleans, dia menerima khotbah-khotbah yang bersifat Injili, sebagaimana dia lakukan di Bourges. Pada 1 November 1533, pada saat perayaan Hari Orang-Orang Kudus di Universitas di Paris oleh rektor Cop, dimengerti sebagai saat penerimaan ajaran Reformasi bagi Calvin. Akhirnya, tahun 1534 Calvin mengumumkan ulang ajaran eklesia-nya. Dan inilah pertobatan Calvin kepada Reformasi pada tahun 1533 bukan pada tahun 1528.

INSTITUTIO

Calvin menulis bukunya Christianae Religionis Institutio (Pengajaran Agama Kristen) ketika tinggal di Basel akibat penganiayaan orang Kristen di Perancis. Calvin sendiri melarikan diri dari Perancis ke Swiss, dan ke Strausburg kemudia bertahan lama di Basel. Berdasarkan pernyataan Calvin, Institutio ditulis sebagai pembelaan atas penekanan terhadap orang-orang percaya di Perancis oleh raja Perancis yaitu Francis I. Dalam tulisannya ini Calvin mencoba menjelaskan kepada raja tentang keadaan orang percaya itu agar raja tidak menganiaya mereka. Di samping tulisan ini, Calvin juga menulis tulisan lainnya seperti: Pengetahuan tentang Allah Pencipta, Pengetahuan tentang Allah Penebus di dalam Kristus, Jalan di Mana kita Menerima Anugerah Kristus, Apakah Manfaat Yang Datang Kepada Kita dari itu, Apakah Akibat Pengikut dan Arti Kekekalan atau Pertolongan oleh Undangan Allah pada kita ke dalam Kemasyarakatan Kristus dan Merangkul Kita Di sana.

KEGIATAN AWAL DI GENEVA

Secara geografis Geneva adalah bagian dari Switzerland, dan kota ini menjadi posisi yang baik sebagai mata rantai stasiun transit di antara Switzerland dengan Italia, Perancis dan Jerman. Aslinya Geneva adalah bagian kota Jerman tetapi kemudia menjadi di bawah kekuasaan adipati Savoy. Farel telah berusaha membawa Reformasi di Geneva sejak tahun 1532, namun dia merasa bahwa dia tidak mampu sendirian untuk melakukan tugas ini. Ketika Farel mendengar bahwa Calvin berada di Geneva, maka Farel meminta Calvin untuk tinggal di Geneva bersama-sama dengannya menata kota Geneva menjadi kota reformasi. Permintaan Farel ditolak Calvin. Calvin mau hidup tenang dan terus menulis karya-karya teologia. Ia merasa tidak cocok dengan pekerjaan praktis dalam jemaat. Namun Farel mendesaknya dengan berkata: “Allah akan mengutuki engkau jika engkau menolak untuk membantu pekerjaan Tuhan dan engkau lebih mencari kehormatan dirimu sendiri daripada kemuliaan Kristus”. Calvin melihat panggilan Allah kepadanya lewat Farel sehingga ia tinggal di Geneva.

Calvin menjadi Reformator di Geneva. Di sana ia menjadi pengajar Kitab Suci dan memimpin pemahaman Alkitab. Pada bulan Januari 1537 Calvin sudah menulis Tata Gereja yang baru (cikal-bakal Ordonnances Ecclesiastiques). Menurut Calvin, salah satu cara agar penduduk Geneva mau mengikuti Reformasi adalah dengan adanya sumpah iman. Untuk tujuan ini, maka dia menulis Katekismus Geneva sebagai ringkasan dari Institutio. Bersama Farel, Calvin merumuskan pengakuan iman sehingga tahun 1537 mereka menerbitkan Instruction et confession de foi (Instruksi dan Pengakuan Iman). Dengan ini maka setiap orang bisa menentukan apakah dia penganut Katolik atau tidak. Menurut Aland, Calvin telah berusaha meletakkan dasar Gereja Geneva sejak permulaan. Namun gagasan menyangkut sumpah yang dimulai bulan Juli 1537 ini ditolak keras oleh dewan kota, sehingga Calvin dan Farel dilarang berkhotbah di mimbar-mimbar gereja di Geneva dan pada akhirnya diusir dari Geneva.

TINGGAL DI STRASBOURG

Setelah gagal mendirikan kerajaan Allah di Geneva, Calvin dan Farel akhirnya kembali ke daerahnya masing-masing. Calvin pulang ke Strasbourg dan Farel ke Neuchatel. Calvin diterima Bucer dan Capito di Strasbourg dengan baik. Menurut Aland ada beberapa hal penting atas kehadiran Calvin di Strasbourg ini yaitu: Pertama, di Strausbourg Calvin menjadi lebih dekat hubungannya dengan teolog Reformasi Jerman seperti Melanchthon. Kedua, di Strasbourg Calvin menemukan pengertian yang dalam tentang damai untuk melanjutkan kesarjanaannya yang sudah lama diidamkannya. Ketiga, pengalaman persekutuannya di Strasbourg sungguh serasi yang selama ini dia cari-cari. Di sana dia menemukan iman yang Injili dan merasakan kehidupan bergereja yang sangat indah.

KEMBALI KE GENEVA DAN PEMBANGUNAN ORGANISASI GEREJA BARU 

Pada tahun 13 September 1541, Calvin menerima panggilan untuk kembali lagi ke Geneva. Dan Calvin tinggal dan bekerja di Geneva hingga meninggalnya. Segera setelah ia di Geneva, Calvin menyusun suatu tatagereja yang baru yang bernama: Ordonnances ecclesiastiques (Undang-undang Gerejani). Gereja harus bertanggung jawab untuk mengatur dirinya sendiri (Self-government). Kota dibagi menjadi dua belas distrik yang dipimpin oleh seorang penatua. Calvin memisahkan penghukuman: setelah penghukuman spiritual dijatuhkan, barulah hukuman dari pemerintah dilaksanakan. Pokoknya bagi Calvin, seluruh kehidupan gereja dan negara baik hidup secara pribadi dan masyarakat harus memuliakan Allah.

Calvin secara sistematik mengatur jabatan gereja untuk memurnikan jabatan para pendeta. Dia sangat perhatian untuk meningkatkan pendidikan bagi para pendeta dan kaum awam.

Bagi Calvin, hubungan gereja dan negara sangat erat dan tidak bisa dipisahkan. Dia bercita-cita suatu negara teokrasi. Seluruh kehidupan masyarakat harus diatur sesuai dengan kehendak Allah.

PERJUANGAN MELAWAN OPOSISI

Aland dalam bukunya A History of Christianity ini lebih menekankan perseteruan Calvin dengan Mikael Servetus yang menganut paham Anti-trinitarian dan Bolsec yang menentang ajaran predestinasi Calvin. Bagi Calvin ajaran predestinasi adalah ajaran yang sangat mendasar dalam teologinya. Bolsec akhirnya dibuang ke luar Geneva. Sedangkan Servetus telah menuliskan keraguan dan ketidakpercayaannya kepada ajaran trinitarian tahun 1531 dalam bukunya De trinitatis erroribus (Kesalahan Trinitas). Servetus menuliskan pemikirannya dalam sebuah buku Christianismi Restitutio (Pemulihan Agama Kristen). Calvin sendiri telah menasihatkan Servetus agar tidak menerbitkan bukunya itu. Tetapi Servetus tetap bersikeras menerbitkannya tanpa menyebut nama pengarangnya. Servetus menerbitkan dengan rahasia di daerah Lyons pada permulaan 1533. Akhirnya Calvin menyebut Servetus sebagai Setan. Inkuisisi Gereja Katolik Roma terus menyelidiki perkara itu dan tidak lama kemudian mendapat cukup bukti bahwa Servetuslah pengarangnya. Ia ditangkap dan dipenjarakan di kota Vienne (=Wina) dan dijatuhi hukuman mati dibakar pada tanggal 27 Oktober 1553.

PEMBENTUKAN GEREJA YANG BERCIRI PENGAKUAN IMAN (KONFESIONAL)

Aland, menjelaskan perhatian Calvin kepada orang Perancis yang mengungsi ke Geneva karena diusir dari Perancis. Dengan perhatian Calvin ini, mereka akhirnya mendukung Calvin dalam mewujudkan cita-cita Calvin untuk menjadikan Geneva menjadi kota Kerajaan Allah. Calvinisme ini dengan cepat berkembang dari Geneva: ke Perancis, Belanda, Skotlandia, Eropa Timur, dan Italia.

Calvin juga mencoba mendamaikan pihak Lutheran dengan Gereja Zwingli supaya Jerman dan Swiss bersatu dalam hal Reformasi. Calvin berhasil dengan mengadakan Consensus Tigurinus (Persetujuan Zurich) tahun 1549 yang berisikan persetujuan antara pengikut Zwingli dengan pengikut Calvin tentang ajaran Perjamuan Kudus yang menggabungkan ajaran Zwingli dan Calvin. Calvin berharap persetujuan ini menggambarakan kedekatan dengan Lutheranisme Jerman. Usaha Calvin ini ditolak oleh orang Lutheran sebab ajaran Zwingli dianggap telah menganut ajaran Anabaptis. Amatlah berbahaya jika Calvinis berusaha mempersatukan ajaran Zwingli dan Luther. Itulah makanya Joyakim Westphal di Hamburg menyerang ajaran Calvinis ini dengan keras. Walaupun demikian, Calvin mau memelihara perdamaian dan persatuan; tetapi lawan-lawannya berpendapat lain. Semenjak itu pembaharuan Lutheran dan Calvin masing-masing menurut jalannya sendiri-sendiri. Meski pun bercerai, kedua bagian Reformasi itu tidak lain dari dua saudara dari satu keluarga yang saling membutuhkan.

Untuk menghadapi persoalan ini, maka Lutheranisme menerbitkan buku Formula of Concord (Rumusan Konkord) tahun 1577 dan The Book of Concord (Buku Konkord) tahun 1580.  Konsep Confessio helvetica posterior,1556 baru dapat diterima sebagai dokumen konfessioanal setelah beberapa tahun kematian Calvin. Calvin meninggal pada tanggal 27 Mei 1564. Konsep ini dapat diterima oleh pihak Calvinis dan Lutheran sebagai gereja yang konfesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *