Sejarah dinasti ming

Sejarah Dinasti Yuan, Mulai dari Kejayaan hingga Runtuhnya

Diposting pada

Sejarah Berdirinya Dinasti Yuan

Pendiri dinasti Yuan adalah Kubilai Khan dengan gelar Yuan Shi Chou (1260-1293M).

Kubilai Khan memimpin bangsa Mongol berhasil menguasai seluruh Cina setelah Dinasti Sung runtuh .

Di bawah kepemimpinan Kubilai Khan bersama bangsa Mongol, Cina menjadi imperium yang terluas di dunia pada masa itu.

Dinasti Yuan berkuasa dari 1260 M hingga 1368 M, hal ini merupakan masa yang cukup lama dalam pembentukan imperium yang kuat.

Daerah kekuasaan Kubilai Khan antara lain Venesia di Italia, Rusia, Persia, dan Mesopotamia di bagian barat dan timur dibatasi oleh laut Cina Timur dan dari Mongolia di Utara melintang sampai Indo China di Selatan.

Pada masa kekuasaannya, Agama Buddha, Islam, Kristen, dan lain sebagainya dapat hidup berdampingan dengan damai.

Sikap toleransi pada semua agama ini jelas-jelas telah mendahului Bangsa Barat, dimana pada saat yang sama di Eropa, orang-orang yang tidak menganut agama tertentu akan mengalami siksaan yang berat dan bahkan kematian.

Hal selanjutnya yang patut dicatat pada masa pemerintahan Kubilai Khan adalah serangannya ke Jawa dan Jepang.

Kekalahan armada Kubilai Khan waktu menyerang Jepang dikarenakan tidak mengenal medan lautan, seluruh armadanya tenggelam di laut Jepang karena dihantam badai taifun, yang memang setiap tahun menerpa Jepang pada bulan Juli.

Masa Keemasan dan Keruntuhan Dinasti Yuan

Sebagai penguasa, Kubilai Khan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

  1. Mengadakan pengawasan keliling, untuk memantau situasi di daerahnya
  2. Memajukan pendidikan
  3. Mendirikan lumbung-lumbung umum
  4. Mendirikan tempat penampungan orang-orang sakit, lanjut usia, dan yatim piatu.

Peristiwa pentng yang terjadi pada masa kekuasaan Kubilai Khan saat itu adalah perjalanan Marcopolo ke China.

Semula dua orang bersaudara Venesia, Micolo Polo dan Maffeo Polo tahun 1260 M ingin pergi ke Rusia Selatan yang pada waktu itu di bawah kekuasaan Mongol, namun mereka mengikuti utusan Persia ke Cina.

Di Cina mereka disambut dengan baik, dan meminta dikirimkan 100 pendeta ke Cina pada Paus.

Saat kembali ke Roma dan menyampaikan pesan pada Paus Gregorius IX, hanya ada 2 pendeta yang bersedia ke Cina.

Karena suatu hal kedua pendeta ini juga t idak sampai ke Cina, dan kembali ke Roma.

Marco polo yang merupakan anak dari Micolo Polo juga turut mengikuti perjalanan orang tuanya, saat itu berusia 17 tahun.

Pada 1275, mereka tiba di Mongolia Selatan. Selama 17 tahun berada di Cina, Marcopolo telah memperoleh banyak hal. Semua itu kemudian dibukukan dalam karyanya yang berjudul Travels of Marcopolo.

Dari naskah inilah banyak orang Eropa mengenal negara di dunia timur.

Masa pemerintahan yang dijalankan oleh Kubilai Khan merupakan masa yang menjadi puncak kejayaan serta kemakmuran dari bangsa Mongol.

Karena setelah meninggalnya Kubilai Khan, bangsa Mongol mengalami kemunduran serta kemerosotan dalam berbagai aspek hingga akhirnya kerajaan ini mengalami kehancuran.

Setelah Kubilai Khan naik tahta, ia segera melakukan perluasan ke daerah-daerah di sekitar wilayahnya.

Kubilai Khan merupakan seseorang yang imperialis. Namun ia sempat mengalami kegagalan dalam politik luar negrinya.

Salah satu bukti atau fakta yang menunjukan bahwa Kubilai Khan mengalami kegagalan adalah salah satu usahanya melakukan imperialisme tidak terwujud (Pattirajawene,1983).

  1. Ekspansi ke Jepang, sudah dua kali Kubilai Khan mengirim sebuah ekspedisi ke Jepang yakni tahun 1274 dan 1281 M dan keduanya mengalami kegagalan karena adanya bencana angin topan.
  2. Ekspansi ke Birma yang sekarang merupakan Myanmar dan juga Vietnam tidak berhasil.
  3. Usaha dalam upaya penanaman pengaruh terhadap kerajaan Singasari di Jawa pada masa Raja Kertanegara juga mengalami kegagalan.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa Kubilai Khan bukanlah seorang Negarawan melainkan hanya seorang imperialis yang tidak memiliki strategi yang matang.

Wilayah luas yang dimilikinya saat itu bukanlah hasil usahanya sendiri melainkan sebuah warisan dari pendiri imperium Mongol yakni Jengis Khan.

Pada 1294, Kubilai Khan meninggal dunia, setelah itu tidak ada lagi penggantina yangcukup kuat.

Kekaisaran Mongol terus mengalami kemunduran,dan banak daerah yan melepaskan diri dari kekuasaan.

Kaisar terakhir dari Dinasti Yuan adalah Shun Ti atau Tohan Timur (1333-1368 M) Dalam keadaan ini, muncullah pemberontakan besar yang dipimpin Jenderal Chung Yuan Chang pada 1368 M, yang kemudian berhasil menguasai Nanjing, disusul daerah -derah di Selatan ang jatuh ke tangannya.

Pada 1368 M, Dinasti Yuan telah diruntuhkan di Peking. Dengan berakhirnya Dinasti Yuan, maka berdirilah Dinasti Ming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *