latar belakang perang peloponnesos yunani kuno

Proses Terjadinya Perang Peloponnesos pada Masa Yunani Kuno

Diposting pada

Pada tulisan pertama saya telah menjelaskan bahwa faktor penyebab perang Peloponesus ialah kekhawatiran akan meluasnya kekuasaan Athena di Yunani. Selanjutnya pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan proses perang Peloponesus. Secara garis besar perang Peloponesus berlangsung empat tahap. Yakni pertama disebut perang Archidamian yang terjadi antara 431-421 SM, Kemudian masa kedua disebut masa selang terjadi pada 421-413 SM, kemudian masa ketiga yakni ekspedisi Sicilia yang berlangsung 415-413 SM, lalu yang terakhir adalah Perang Decelean atau Perang Ionian yang terjadi pada 413-404 SM. Untuk pembahasan tentang proses Perang Peloponesus ini lebih mudahnya saya akan menjabarkan ketiga tahapan tersebut, yakni dari Perang Archidamian sampai proses perang berakhir.[1]

Perang Archidamian

Perang Archidamian tidak dimulai secara serius. Pada tahun 433, Athena telah menyimpulkan beraliansi dengan Corcyra, dan telah mulai mengepung wilayah Potidaea. Sparta mulai merasa takut bahwa Athena terlalu kuat, tetapi Sparta masih berusaha untuk mencegah terjadinya perang. Sparta ingin mengadakan perdamaian. Ketika Athena akan mencabut keputusan ekonomi terhadap negara Megara yang juga merupakan sekutu Sparta. Pemimpin Athena yaitu Perikles menolak hal ini, karena Sparta dan Athena pernah sepakat bahwa konflik akan diselesaikan dengan arbitrase. Jika orang Athena akan menyerah pada permintaan Sparta untuk mencabut keputusan Megara, mereka sebenarnya mengizinkan Sparta untuk memberikan perintah ke Athena. Namun hal Ini tidak dapat diterima, dan perang pecah antara dua kerajaan Regional: Athena dan Liga Delian-nya, dan Sparta dan Liga Peloponesus.

Ketika Sparta menyatakan berperang, ia mengumumkan bahwa mereka melakukannya untuk membebaskan Yunani dari penindasan Athena. Dan dengan beberapa argumen bahwa Athena yang sebelumnya membentuk aliansi defensif melawan Kekaisaran Persia kemudian aliansi tersebut diangap akan menjadi sebuah kerajaan Athena.

Pada perang ini posisi Athena lebih baik daripada musuh mereka, dan hal ini menyebabkan bahwa Sparta meminta bantuan kepada Persia karena merasa terpuruk. Peristiwa ini dicatat oleh Diodorus, yang menyebutkan bahwa orang Sparta tidak hanya menyatakan perang, tetapi memutuskan untuk menyatakan perang dan meminta bantuan di Persia. Catatan Thucydides juga mengakui hal ini, bahwa Sparta mengirim Kedutaan ke Timur. Namun Sparta gagal mencapai tujuan mereka, karena dalam perjalanan mereka ditangkap oleh pasukan Athena.

Pada tahun 431-430 SM, raja Sparta Archidamus II menginvasi Attica, yakni sebuah pedesaan di Athena. Laksamana Athena Phormio tidak diam saja, ia membalas serangan terhadap Angkatan Laut Sparta. Namun belasan tersebut menjadi sulit, karena pada 429 SM, Athena dilanda wabah yang mengerikan, dan merenggut nyawa sekitar sepertiga dari warga Athena.

Percaya bahwa Athena akan mengalami kekalahan, Pulau Lesbos kemudian memberontak dan Archidamus menyerbu Attica lagi. Namun, Athena tidak terkalahkan dan sangat kuat. Mereka menekan pemberontakan, bahkan meluncurkan ekspedisi kecil ke Sisilia. Pada tahun 425 SM, Jenderal Athena, Demosthenes dan negarawan bernama Cleon, telah menyelamatkan pendapatan Athena dari kebangkrutan. Ketika Cleon dan Brasidas mati selama upaya memulihkan Amphipolis. Sebuah perjanjian pun ditandatangani dengan nama perdamaian Nicias pada tahun 421 SM. Athena telah memenangkan perang Archidamian.[2]

Masa Selang

Pada masa ini diceritakan perang dalam bentuk sarana diplomatik. Athena dan Sparta telah membentuk aliansi defensif, tetapi di kedua belah pihak, ada politisi yang ingin melanjutkan perang. Orang Sparta tidak ingin mengembalikan Amphipolis, seperti yang mereka telah janjikan, dan orang Atena membalas dengan menjaga Sphacteria dan Pylos.

Politikus Athena bernama Alcibiades membuat sebuah kebijakan baru yang menjanjikan runtuhnya Liga Peloponnesos tanpa melibatkan banyak pasukan Athena. Setelah nasihatnya, Athena kemudian bergabung dengan koalisi yang diikuti tiga negara demokratis di Peloponnese: Argos, Mantinea, dan Elis.

Orang Sparta tahu menyikapinya. Athena dipaksa untuk memilih antara aliansi Sparta (yang berarti meninggalkan sekutu), atau perjanjian dengan tiga kota demokratis (dan mempertaruhkan perang terbuka dengan Sparta di Peloponnese). Ternyata, Athena lebih suka alternatif kedua, dan ketika raja Sparta Agis II menuju ke utara dan pada tahun 418 SM, terjadilah sebuah pertempuran di Mantinea, pada peperangan ini raja Sparta Agis membawa Sparta mengalahkan musuh-musuhnya.

Ekspedisi Sisilia

Karena angkatan laut Athena telah berada di ujung barat pada 427 SM, dan Athena memiliki sekutu di Sisilia. Ditambah Setelah Sparta dan Athena telah mengadakan perjanjian damai pada 421 SM. Athena kemudian memiliki kebebasan, Athena kemudian mengirim armada untuk menaklukkan Sisilia. Diikuti pemimpin populer Hyperbolus Athena berencana hanya ingin menaklukan Sicilia saja. Para komandannya adalah Lamachus, Nicias, dan Alcibiades. Pada tahun 415 SM, ekspedisi Sicilia pun dimulai.

Tahun pertama Sicilia berhasil dikuasai Athena. Orang Athena menciptakan basis di Catana dan mengalahkan Syracusans dalam pertempuran. Kendati demikian, Athena belum memenangkan perang.

Kedatangan seorang penasehat militer Spartan, Gylippus, mengubah keadaan. Walaupun orang Atena telah mengirim bala bantuan ke Syracuse, diperintahkan mereka tidak memiliki kavaleri. Hal ini membuat keadaan Athena memburuk, pada tahun 413 SM, akhirnya Sparta menyatakan perang atas Athena. Perang ini mengakibatkan pasukan ekspedisioner Athena hancur total.[3]

Perang Decelean atau Perang Ionian

Athena tidak lagi memiliki pemimpin yang berpengalaman. Alcibiades berada di pengasingan dan tinggal di Sparta, Demosthenes, Lamachus, dan Nicias telah mati, dan Hyperbolus yang populer telah dikucilkan. Lebih buruk lagi, raja Sparta Agis telah membangun sebuah benteng di Attica. Pedesaan sekarang terus-menerus dijarah. Liga Peloponnesos berani mengirim armada ke Laut Aegea. Para Satrap Tissaphernes dari Lydia dan Pharnabazus dari Hellespontine Phrygia menawarkan uang kepada Sparta, keduanya berharap untuk mendapat dukungan militer untuk tujuan besar raja sebagai balasannya.

Karena orang Sparta hampir tidak memiliki pengalaman dalam bidang angkatan laut, mereka harus berpaling kepada seorang Athena, Chios yang telah memberontak dari Athena: Alcibiades. Dia memimpin armada Sparta ke Chios dan memperkuat para pemberontak.  Pada saat ini, orang Sparta melakukan perjanjian dengan raja Darius II Nothus, yang menawarkan bayaran untuk Angkatan Laut Sparta (412/411). [4]

Koalisi Persia-Spartan akhirnya menuju ke Athena, tetapi Athena saat ini belum dikalahkan. Athena telah menghadapi koalisi serupa di 461-448 dan saat itu, itu telah mencapai hasil yang luar biasa. Namun, setelah bencana Sicilia, hal ini tidak mungkin lagi. Namun, orang Atena menanggapi tantangan itu, mendirikan sebuah pangkalan di Pulau Samos, dan menyerang Chios.

Sementara itu, orang Sparta memutuskan untuk memindahkan perang ke Hellespont. Laksamana Mindarus membawa armada Spartan ke utara, namun dikalahkan oleh para pengawal Athena, Thrasybulus dan Thrasyllus. Pada tahun 410, Semua komandan Athena Alcibiades, Theramenes, Thrasybulus, dan Thrasyllus-berada di Hellespont, di mana mereka mengalahkan Angkatan Laut Sparta di dekat Cyzicus. Laksamana Mindarus tewas dalam aksi ini.

Sparta sekarang menawarkan damai kepada Athena, tetapi pemimpin populer Athena Cleophon tidak mempercayai orang Sparta, karena setelah keraguan mereka untuk melaksanakan persyaratan perdamaian Nicias, meyakinkan orang bahwa lebih baik untuk menolak.

Pada tahun 405 SM, Lysander di Hellespont mengalahkan orang Atena di Aigospotamoi. Seluruh armada Athena hancur. Selama musim dingin, Theramenes melakukan negosiasi, dan pada bulan April 404 SM, Athena menyerah. Athena menyerahkan kerajaannya dan bergabung dengan Liga Peloponnesos.

 

[1]N.S. Gill. Timeline of Battles and Treaties in Peloponnesian War. Artikel di laman thoughtco.com, https://www.thoughtco.com/timeline-battles-treaties-peloponnesian-war-112444 diakses pada 01 April 2020.

 

[2] Donald Kagan. 1974. The Archidamian War.

[3] Thucydides._____. The History of Peloponnesian War Terj Richard Crawley. Chapter XIV

[4] J. A. R. Munro (1937). The End of the Peloponnesian War. The Classical Quarterly, 31, pp 32-38.

Gambar Gravatar
suka nonton film sendirian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *