Review Film Ideal Home: Pasangan Gay Juga Bisa Menjadi Orang Tua Pada Umumnya

Diposting pada

Judul Film : Ideal Home

Tahun        : 2018

Genre         : Drama Komedi

Durasi        : 91 Menit

Sutradara  : Andrew Felming

Produser   : Maria Teresa Arida

Pemain      : Steve Coogan (Erasmus), Paul Rudd (Paul), Jack Gore (Bill), Jake McDorman       (Beau Brumble)

Mengenang peristiwa Stonewall yang terjadi di New York, Amerika Serikat, pada Juni 1969.
Peristiwa Stonewall adalah peristiwa pemberontakan yang dilakukan kaum LGBT yang terjadi di Stonewall inn, sebuah bar gay di kawasan Manhattan, New York. Pemberontakan itu dinilai menjadi batu loncatan hingga akhirnya disahkan pernikahan sejenis oleh pemerintah Amerika. Untuk memperingati hari besar kaum LGBT tersebut sekaligus merayakan bulan kaum LGBT, Andrew Felming merilis film berjudul Ideal Home pada tanggal 29 Juni 2018.

Film yang dibintangi oleh beberapa aktor terkenal Amerika yaitu Steve Coogan dan Paul Rudd. Mereka berdua sukses membawakan peranya sebagai pasangan gay burjois, Steve Coogan memerankan Erasmus yang merupakan seorang pembawa acara memasak, sedangkan Paul Rudd merupakan parangan gay Erasmus yang merupakan sutradara acara tersebut. Mereka berdua hidup satu rumah di kota Santa Fe, New Mexico.

Tiba-tiba mereka kedatangan seorang anak kecil yang bernama Bill. Ia membawa sebuah kitab bible yang terdapat sebuah pesan yang tercantum di cover bible tersebut. Isi pesan tersebut menerangkan bahwa Bill merupakan cucu Erasmus dari anaknya yang bernama Beau. Beau merupakan anak Erasmus yang lahir dari seorang wanita yang pernah berhubungan dengan dia. Beau terpakasa menitipkan Bill ke Erasmus karena Beau ditahan oleh kepolisian Albuquerque karena ia telah melakukan pemukulan terhadap seorang PSK.

Ketika Bill masuk di kehidupan mereka berdua, kehidupan Erasmus dan Paul berubah total. Erasmus dan Paul yang awalnya mereka hidup seperti anak kecil, semenjak kedatangan Bill mereka dituntut untuk menjadi layaknya orang tua Bill. Paul rela bangun pagi membuatkan sarapan untuk Bill dan harus mengantarkannya ke sekolah. Sedangkan Erasmus harus menuruti kemauan Bill yaitu mengantarkan ke Taco Bell untuk membeli makanan favorit Bill yaitu Taco.

Mereka awalnya kewalahan mengasuh Bill, karena mereka tidak terbiasa mengasuh anak dan ditambah sibuknya pekerjaan. Tetapi mereka berusaha menjadi orang tua yang baik layaknya orang tua pada umumnya. Walaupun mereka sibuk bekerja tetapi mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menghabiskan waktu bersama Bill.

Melalui film ini Andrew Felming berusaha menyampaikan bahwa pasangan gay juga dapat  mengasuh anak dengan baik layaknya orang tua pada umumnya. Gay dibenak kebanyakan orang merupakan sebuah penyakit masyarakat dan hanya mengedepankan nafsu seksual. Meskipun pada 17 Mei 1990 organisasi kesehatan dunia (WHO) telah memutuskan bahwa homoseksualitas tidak tergolong suatu penyakit dan gangguan jiwa, namun diskriminasi terhadap homoseksualitas kerap terjadi di berbagai belahan dunia. Dalam bentuknya yang paling ekstrim, diskriminasi terhadap minoritas LGBT diwujudkan dengan aksi-aksi kekerasan terhadap mereka. Oleh karena itu Andrew Felming berusaha menghapus tukasan buruk kepada kaum LGBT khususnya gay.

Menurut Hartoyo dari Our Voice, diskriminasi terhadap kelompok minoritas homoseksual terjadi karena stigma yang mendominasi pola pikir masyarakat pada mereka. Ketiadaan pendidikan seks dan pendidikan tentang identitas gender dari pemerintah untuk masyarakat, dan tidak tersedianya informasi yang benar, akhirnya membentuk pemahaman keliru masyarakat dalam melihat dan memperlakukan kaum homoseksual.

Secara keseluruhan film ini menyampaikan wawasan kepada penonton bagaimana kehidupan homoseksual sehari-hari, bahkan adegan seksual sejenis tak jarang ditampilkan dalam film ini. Film ini juga berusaha mengajak penonton untuk  melihat homoseksual dari sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian penonton diharapkan mampu mengurangi sentimen-sentimen negatif terhadap homoseksual. Di akhir film garapan Andrew Felming ini ditampilkan  slide foto pasangan LGBT di Amerika yang menjadi orang tua dan mereka hidup bahagia seperti keluarga pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *