woman in red long sleeve writing on chalk board
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Mengapa Guru Disebut sebagai Profesi?

Diposting pada

Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) dari para anggotanya.

Artinya, tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara  khusus  untuk melakukan pekerjaan itu.

Keahlian diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (pendidikan/latihan prajabatan) maupun setelah menjalani suatu profesi (inservice training).

Seorang guru bisa disebut sebagai profesi, karena sudah mencakup semua kriteria.

Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

Pendidikan Khusus

karena setiap penerimaan guru baru selalu dipersyaratkan adanya latar belakang pendidikan guru dan sertifikat akta mengajar yang berasal dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK-FKIP, STKIP, dan IKIP dahulu).

Dengan penjelasan tersebut apa yang dapat Anda simpulkan, sudahkan guru memenuhi syarat pertama dari kriteria profesi yaitu pendidikan khusus.

Pengakuan Masyarakat

Pada sebagian masyarakat pengakuan terhadap pentingnya guru dijabat oleh yang berasal dari pendidikan guru sudah terasa, namun sebagian lainnya masih semu.

Tetapi secara legalistik/yuridis jabatan guru merupakan jabatan yang dapat dikategorikan sebagai profesi.

Pengakuan Pemerintah

Pemerintah secara khusus menyatakan profesi guru sebagai pekerjaan profesional yang dituangkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005.

Pasal 1 ayat 1 dinyatakan guru adalah pendidik profesional…..

selanjutnya pada Pasal 6 disebutkan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Dari beberapa kutipan pasal-pasal dalam UU Guru dan Dosen tersebut jelas bahwa dari perspektif pengakuan pemerintah yang tertuang dalam sejumlah peraturan turunan dari UU Guru dan Dosen tersebut guru merupakan pekerjaan profesi yang mempersyaratkan profesionalisme.

Kode Etik Profesi

Yang dimaksud dengan kode etik jabatan ialah ketentuan- ketentuan yang mengatur tingkah laku seseorang yang berhubungan dengan profesinya seperti yang diharapkan oleh masyarakat dan negara.

Seperti diuraikan di atas, bahwa jabatan guru adalah jabatan profesi yang memiliki kode etik jabatan yang menjadi pedoman dan ditaati oleh segenap anggota profesi tersebut.

Menurut Hamalik (2006:76), Guru yang profesional adalah guru yang memiliki beberapa syarat tertentu yaitu:

  1. Persyaratan fisik, yaitu kesehatan jasmani yang artinya seorang tenaga kependidikan harus berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan
  2. Persyaratan psychis, yaitu sehat rohani yang artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan
  3. Persyaratan mental, yaitu memiliki sikap mental yang baik terhadap profesi kependidikan, mencintai dan mengabdi serta memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya.
  4. Persyaratan moral, yaitu memiliki budi pekerti yang luhur dan memiliki sikap susila yang tinggi
  5. Persyaratan intelektual, yaitu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan, yang memberikan bekal guna menunaikan tugas dan kewajibannya sebagai pendidik.

Itulah penjelasan dari kami mengenai pertanyaan mengapa guru disebut sebagai profesi?.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *