latar belakang perang peloponnesos yunani kuno

Latar Belakang Perang Peloponnesos pada Masa Yunani Kuno

Diposting pada

Yunani kuno memang dikenal akan polis. Polis merupakan sebuah kesatuan politik dan negara kota (city state). Wilayah polis di Yunani kuno meliputi kota itu sendiri dan daerah-daerah sekitarnya. Polis pada dasarnya merupakan negara kecil yang merdeka.

Faktor penyebab adanya polis di Yunani kuno dikarenakan secara geografis wilayah Yunani merupakan suatu daerah yang dimana wilayahnya dikelilingi laut dan sebagian besar berupa pegunungan dengan lembah-lembah yang terjal. Kondisi ini membentuk kelompok masyarakat yang terpisah-pisah dan mandiri karena memang sulitnya akses komunikasi antara wilayah satu dengan wilayah lain. Kemudian  setiap kelompok masyarakat tersebut memperkuat daerahnya sendiri lalu membangun sebuah negara kota yang dinamakan polis.[1]

Polis yang berkembang mula-mula di Yunani Kuno adalah kota perdagangan Mycena (yang semula merupakan daerah koloni kerajaan Kreta). Kemudian berkembanglah ratusan polis di Yunani. Hubungan antar polis ini yang kemudian membentuk peradaban Yunani. Tiga polis terbesar Yunani pada masa itu, yaitu polis Athena, polis Sparta, dan polis Thebe. Polis-polis ini mengatur sendiri pemerintahannya.

Pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai pertempuran antara Polis di Yunani kuno yang sangat fenomenal yakni antara Sparta dan Athena. Pertempuran antara Sparta dan Athena ini dinamakan perang Peloponnesian War atau Perang Peloponesus. Cerita perang Peloponesus ini ditulis oleh sejarawan Yunani Kuno bernama Thucydides yang hidup sekitar 460 SM – 395 SM.

Thucydides merupakan salah satu sejarawan kuno terbesar, ia mencatat hampir 30 tahun lamanya perang dan ketegangan antara Athena dan Sparta. Karyanya berjudul “Sejarah Perang Peloponnesos” menampilkan standar untuk lingkup, konsisi dan akurasi yang kemudian naskah tersebut menjadi acuan genre Sejarah. Dalam menuliskan naskahnya Thucydides bersandar pada kesaksian saksi mata dan pengalamannya sendiri sebagai seorang Jenderal selama perang.[2]

Menurut bebrapa ensiklopedi yang saya temukan, Perang Peloponesus terjadi pada tahun 431 SM – 404 SM. Selama hampir 30 tahun tersebut Yunani kuno berada dalam situasi ketegangan perang Peloponesus antara Sparta dan Athena.

Pada mulanya Athena dan Sparta menjalani hubungan yang baik. Keduanya berjuang satu sama lain untuk meningkatkan kemakmuran negaranya. Tetapi karena beberapa ketegangan antara kedua polis tersebut Perang Peloponsus pun akhirnya terjadi. Awalnya perang Peloponesus ini tidak terkait antara Sparta dan Athena. Justru yang menjadi ketegangan ialah negara Corcyra yang juga berada dibawah polis Sparta dalam aliansi Pelopponesian League.[3]

Pada mulanya yang besritegang ialah negara Corcyra dan Corinth tanpa mengaitkan antara Sparta dan Athena. Kemudian permasalahan dimulai ketika negara Corcyra meminta bantuan kepada polis Athena untuk melindungi mereka dari serangan negara Corinth. Corinth kemudian mendengar berita bahwa Corcyra meminta bantuan kepada Athena, dan Corinth merara sangat terancam apabila Athena menyetujui permintaan perlindungan dari Corcyra. [4]

Dalam berita laporan Corcyra yang meminta bantuan kepada Athena, wakil Corcyra melaporkan bahwa negara Corinth yang sebagai atasan Corcyra bersikap sewenang-wenang terhadap penduduk negara Corcyra. Dalam penyelesaian masalah yang terjadi antara keduanya Corinth juga bersikap anarkis dan menolak arbitase.

Kemudian Corinth setelah mendengar berita tersebut, Corinth juga mengadu kepada Athena bahwa Corcyra yang sebagai bawahannya Corinth tidak memiliki loyalitas yang tinggi kepada atasanya yakni Corinth. Menurut Corinth, Corcyra banyak memperoleh hasil dari keuntungan pajak pelabuhan dan dikuasai secara individual.

Akhirnya Athena mengalami dilema. Apabila Athena memihak negara Corinth untuk diberikan perlindungan untuk melawan Corcyra, maka Athena akan kehilangan kekuatan laut yang yang dimiliki oleh Corcyra. Kemudian apabila memilih negara Corcyra untuk diberikan perlindungan, maka Athena akan  merusak perjanjian yang telah disepakati oleh Liga Delia dan Liga Peloponnesia. Akhirnya Athena lebih memilih Corcyra untuk diberi perlindungan untuk melawan Corinth. Keputusan yang diambil Athena untuk memberikan perlindungan kepada Corcyra menimbulkan reaksi dari atasan Corinth yakni Sparta.

Selain disebabkan ketegangan antara Corinth dan Corcyra, terjadinya Perang Peloponesus ditimbulkan karena Sparta menganggap polis Athena memperkuat militernya dan akan ekspansi ke Melos , Melos merupakan salah satu bawahan dari Sparta. Hal ini membuat  Sparta geram. Akhirnya perang Peloponesus terjadi pada tahun 431 SM – 404 SM.[5]

[1] Sudrajat. Yunani Sebagai Icon Peradaban Barat. ISTORIA Volume VIII Nomor 1 September 2010

[2] Eckstein, Arthur M. “Thucydides, the Outbreak of the Peloponnesian War, and the Foundation of International Systems Theory.” The International History Review, vol. 25, no. 4, 2003, pp. 757–774. 

[3] Kagan, Donald: “The Peloponnesian War”. Penguin Books; Edición: Reprint, 2004.

[4] ______.2000. The Peloponnesian War. Ensiklopedi National Geographic Society. Diakses di laman National Geographic pada tanggal 01 April 2020. https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/peloponnesian-war/

[5] G. B. Grundy (1913). The True Cause of the Peloponnesian War.. The Classical Quarterly, 7, pp 59-62

Gambar Gravatar
suka nonton film sendirian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *