Resensi Film Jojo Rabbit, Komedi Satir Nazi Jerman

Diposting pada

Judul Film: Jojo Rabbit

Sutradara: Taika Waitti

Pemeran: Roman Griffin Davis, Scarlett Johansson, Taika Waitti, Thomasin McKenzie

Tahun Rilis: 2019

Durasi: 108 Menit

Genre: Comedy-Drama

Produksi: Fox Searchlight

Resensi Film:

Suatu film apabila mengusung satire Nazi dan menampilkan komedi Hitler akan selalu menuai kritikan pedas. Namun, Jojo rabbit garapan Taika Waitti yang juga menggarap film Thor: Ragnarok berhasil menjadi salah satu film satir lembut, berani, dan tajam yang dibuat sedemikian rupa sehingga alurnya tetap terjaga, stabil dan ambisinya tetap terkendali, tak terkecuali sangat merangsang pikiran penonton. Terbukti Jojo Rabbit garapan Waitti memenangkan Penghargaan Pilihan Rakyat di Festival Film Internasional Toronto pada tahun 2019. Film ini kemudian dipilih untuk menutup Festival Film Yahudi Inggris yang tentu saja mengarah pada kekhawatiran atas sifat sensitif subjektif.

Tidak hanya sebagai sutradara, Waitti juga berperan sebagai salah satu pemain dan menulis skenario Jojo Rabbit. Waitti mengadaptasi dari novel Caging Skies karya Christine Leunens. Sementara sebagai pemain, Waititi memerankan Hitler teman khayalan Jojo yang kekanak-kanakan.

Salah satu faktor yang membuat film Jojo Rabbit  mudah mampu mencuri perhatian publik adalah penggambaran tema peperangan yang sensitif dengan balutan dark-comedy dari sudut pandang anak-anak. Terbukti dengan pendapatanya yang cukup tinggi sejak rilis perdananya 18 oktober, film ini meraih pendapatan USD460 ribu. Padahal Jojo rabbit hanya ditayangkan di lima bioskop pada 18 hingga 24 Oktober dan sudah meraup keuntungan yang banyak. Pada hari ke-8, penayangan Jojo Rabbit baru diperluas hingga sebanyak 55 bioskop di Amerika dan Kanada.

Jojo rabbit dibuka dengan montase rekaman arsip orang-orang Nazi dan disetel dengan lagu The Beatles ‘ I Wanna Hold Your Hand , film yang berpusat pada Johannes “Jojo” Betzler (Roman Griffin Davis), seorang anggota Hitler Youth berusia sepuluh tahun yang tinggal di Nazi Jerman bersama ibunya Rosie (Scarlett Johansson).

Jojo diindoktrinasi oleh teman-temannya untuk membenci orang Yahudi dan berlutut kepada Hitler, Jojo sering terlihat berbicara dengan teman imajinernya yaitu Hitler yang diperankan Waitti dengan versi kekanak-kanakan.

Ketika Jojo menemukan ada seorang gadis Yahudi (Thomasin McKenzie)  yang bersembunyi di loteng rumahnya, bocah laki-laki itu mengalami pertentangan antara perasaan romantisnya yang berkembang terhadap teman barunya itu dan kesetiaannya terhadap rezim rasis yang kejam mulai buta.

Secara kesuluruhan film ini mengajak para penonton untuk melihat perbuatan kejam Nazi terhadap Yahudi Jerman. Dengan balutan satir membuat film ini terkesan renyah dan lembut dalam mengkritik nazi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *