red rose flowers bouquet on white surface beside spring book with click pen and cup of cofffee
Photo by Lum3n on Pexels.com

Contoh Esai tentang Kenakalan Remaja dan Solusinya

Diposting pada

Penyebab Kenakalan Remaja dan Solusinya

Oleh: Adien Tsaqif Wardhana

Remaja atau dalam bahasa aslinya adloescene atau dalam bahasa latin adolescare berarti “tumbuh untuk mencapai kematangan”. Masa remaja merupakan masa di mana seseorang beranjak dari usia anak-anak menuju usia dewasa. Masa remaja merupakan masa yang sangat penting, karena usia remaja merupakan usia perkembangan seseorang. perkembangan di sini tidak hanya menyangkut  perkembangan fisiknya saja tetapi juga menyangkut perkembangan psikisnya.[1] Pada masa remaja seseorang akan mencari hal-hal yang baru dalam kehidupanya baik positif maupun negatif.[2] Jadi apabila seorang remaja salah memilih pergaulan maka bisa jadi terjerumus ke dalam hal yang negatif, karena pada dasarnya usaia remaja merupakan usia di mana seseorang berusaha mencari jati diri.

Kenakalan Remaja

Maslahah kenakalan remaja merupakan masalah yang setiap hari semakin bertambah dan beragam kasusnya seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Banyak kasus kenakalan remaja yang bisa kita jumpai di kehidupan sekitar kita. Sering kali kita mendengar dari berita bahwa kasus-kasus tindakan kriminal saat ini umumnya dilakukan usia remaja. Dan akibat merebaknya kenakalan remaja, masyarakat menjadi dirugikan oleh tindakan mereka.

Pada dasarnya kenakalan remaja yang terjadi di lingkungan masyarakat adalah tindakan/ perilaku yang menyimpang dari norma. Kenakalan remaja merupakan masalah serius yang dihadapi bangsa kita. Apabila kasus kenakalan remaja terus berkembang di bangsa ini, maka yang terjadi adalah kemunduran bangsa. Karena remaja merupakan generasi penerus bangsa, dan apabila generasi bangsa sudah rusak maka rusak pula bangsa tersebut.

Penyebab Kenakalan Remaja

Suatu permasalahan pasti ada penyebabnya, hal ini juga pada masalah kenakalan remaja. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan sorang remaja terjerumus dalam aksi kriminal atau perilaku yang menyimpang norma. Menurut Turner & Helms (dalam Triwiyarto, 2015) menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan remaja antara lain [3]:

(1) Broken home atau keluraga yang berantakan.

Kondisi keluarga yang berantakan menjadi faktor penyebab seorang anak menjadi nakal. Hal ini karena hubungn orang tua anak tersebut yang tidak harmonis, percekcokan kedua orang tua yang terus menerus menyebabkan anak kurang perhatian dan kurangnya kasih sayang. Maka anak tersebut akan memilih mencari kasih sayang di luar keluarga atau mencari perhatian dengan melakukan tindakan yang nakal.

(2) Kurangnya kasih sayang dari orang tua. Anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tua akan mengakibatkan anak tersebut tidak betah di rumah. Anak akan melarikan diri dengan cara pergaulan bebas. Hal ini sangat berdampak buruk pada perkembangan pribadi dan perilaku anak tersebut.

(3) Status sosial ekonomi orang tua yang rendah

Akibat dari ekonomi orang tua yang rendah menyebabkan kebutuhan anak tidak tercukupi. Seperti kebutuhan makanan, pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan yang bersifat sekunder. Dari sinilah seorang anak akan melakukan tindakan yang berujung kriminal untuk memperoleh kebutuhanya.

(4) Kondisi keluarga yang tidak tepat

Salah satu kondisi keluarga yang tidak tepat adalah orang tua yang tegas dengan menerapkan kedisilinan terhadap anak. Bahkan tidak mengasihani anak dengan melakukan perlakuan kasar akan mengakibatkan anak akan patuh terhadap orang tuanya saja. Tetapi di luar lingkungan keluarga anak akan menjadi nakal sebagai protes terhadap tindakan yang dilakukan orang tuanya.

Kemudian dalam penelitian yang dilakukan Erieska Gita Lestari, dkk dalam Jurnal Penelitian & PKM Unpad disebutkan ada 9 faktor yang menyebabkan kenakalan remaja yakni, kurangnya kasih sayang orang tua, kurangnya pengawasan dari orang tua, pergaulan dengan teman yang tidak sebaya, perkembangan iptek yang berdampak negatif, tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah, pemahaman agama yang kuran, media penyalur hobi atau bakat yang kurang, kebebasan yang berlebihan, dan masalah yang dipendam.[4]

Solusi Mengatasi Kenakalan Remaja

Dari banyaknya faktor yang menyebabkan kenakalan remaja seperti yang penulis ungkit di atas, maka pasti ada solusi atau jalan dalam mengatsi maslah kenakalan remaja yang setiap hari bertambah dan bermacam-macam kasusnya. Ada tiga macam tindakan dalam mengatasi kenakalan remaja yakni prefentif, represif, dan kuratif. [5]

Tindakan preventif  dalam hal ini adalah  tindakan untuk melakukan pencegahan terhadap kenakalan remaja. Hal ini bisa dilakukan dengan pembinaan-pembinaan yang dapat dilakukan oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Usaha pembinaan remaja dapat dilakukan antara lain; (1) Pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi pekerti dan etiket, (2) Motivasi atau dorongan untuk bertingkah laku baik, (3) Menguatkan sikap mental remaja supaya dapat mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya, (4) Memberikan pengarahan yang positif setiap hari.

Kemudian tindakan represif, yakni tindakan  menghalangi timbulnya kenakalan remaja. Tindakan ini bsa dilakukan dengan memberi hukuman terhadap setiap perbuatan negatif atau kriminal yang dilakukan remaja, Dengan adanya hukuman/ sanksi tegas,pelaku kenakalan remaja diharapkan agar jera san tidak melakukan perilaku menyimpang lagi.

Sebagai contoh di lingkungan keluarga, anak harus menaati peraturan yang ada di keluaraga, dalam hal ini orang tua juga harus bersifat halus dan tidak kasar. Sedangkan di lingkungan sekolah bisa dilakukan dengan pembuatan tata tertib sekolah, bila ada yang melanggar tata tertib tersebut sekolah bisa melakukan hukuman seperti peringatan, skorsing, maupun tindakan yang lebih tegas tergantung tindakan penyimpangan yang dilakukan siswa.

Yang terakhir tindakan kuratif atau disebut juga tindakan korektif yaitu usaha untuk mengubah permasalahan yang terjadi dengan cara memberikan pengarahan dan penddikan kepada para remaja. Pendidikan ini bisa dilakukan melalui pembinaan secara khusus yang ditangani oleh suatu lembaga khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini.

Hal ini bisa dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah kenakalan remaja. Remaja yang sudah terjerumus dalam hal negatif bisa di rehabilitasi dengan cara dibina dengan tindakan yang tepat. Diharapkan setelah remaja keluar dari masa rehabilitasi atau pembinaan, remaja tersebut bisa meninggalkan hal-hal yang negatif.

Kesimpulan

Masa remaja merupakan masa dimana seseorang beranjak dari usia anak-anak menuju usia dewasa. . Masa remaja merupakan masa yang sangat penting, karena usia remaja merupakan usia perkembangan seseorang. perkembangan disini tidak hanya menyangkut  perkembangan fisiknya saja tetapi juga menyangkut perkembangan psikisnya.

Maslahah kenakalan remaja merupakan masalah yang setiap hari semakin bertambah dan beragam kasusnya seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. Banyak kasus kenakalan remaja yang bisa kita jumpai di kehidupan sekitar kita. Ada banyak faktor yang menyebabkan kenakalan remaja. Kenakalan remaja pada dasarnya disebabkan karena kurang perhatian lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, dan broken home.

Ada tiga tindakan yang dapat dilakukan dalam mengatasi kenakalan remaja. Pertama adalah tindakan preventif, tindakan prefentif adalah  tindakan untuk melakukan pencegahan terhadap kenakalan remaja. Hal ini bisa dilakukan dengan pembinaan-pembinaan yang dapat dilakukan oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Kedua adalah tindakan represif, tindakan represif adalah tindakan  menghalangi timbulnya kenakalan remaja. Tindakan ini bsa dilakukan dengan memberi hukuman terhadap setiap perbuatan negatif atau kriminal yang dilakukan remaja. Ketiga adalah tindakan kuratif, tindakan kuratif disebut juga tindakan korektif yaitu usaha untuk mengubah permasalahan yang terjadi dengan cara memberikan pengarahan dan penddikan kepada para remaja.

Referensi:

Fitria, Ika Anisa. (2014). Konsep Diri Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche. (Skripsi). Fakultas Dakwah dan Komunikasi. UIN Sunan Ampel: Surabaya.

Lestari, Erieska Gita, dkk. (2017). Peran Keluarga Dalam Menganggulangi Kenakalan Remaja. Jurnal Penelitian & PKM. No. 2, Vol 4, Hlm 157.

Listya, Irma. (2017). Kenakalan Remaja dan Dampaknya bagi Kemajuan Bangsa. Diakses: https://www.kompasiana.com/irmalistianingrum/58fdfe58c223bd8755fa3b58/kenakalan-remaja-dan-dampaknya-bagi-kemajuan-bangsa?page=all

Sumara, Dadan, dkk. (2017). Kenakalan Remaja Dan Penangananya. Jurnal Penelitian & PPM. No. 2, Vol 4, Hlm 350.

Triwiyarto, Uut. (2015). Studi kasus Tentang Penyebab Kenakalan Remaja. (Skripsi). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta.


[1] Irma Listya. (2017). Kenakalan Remaja dan Dampaknya bagi Kemajuan Bangsa. Diakses: https://www.kompasiana.com/irmalistianingrum/58fdfe58c223bd8755fa3b58/kenakalan-remaja-dan-dampaknya-bagi-kemajuan-bangsa?page=all

[2] Ika Anisa Fitria. (2014). Konsep Diri Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche. (Skripsi). Fakultas Dakwah dan Komunikasi. UIN Sunan Ampel: Surabaya, Hlm 10.

[3] Uut Triwiyarto. (2015). Studi kasus Tentang Penyebab Kenakalan Remaja. (Skripsi). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma: Yogyakarta, Hlm 10-11.

[4] Erieska Gita Lestari, dkk. (2017). Peran Keluarga Dalam Menganggulangi Kenakalan Remaja. Jurnal Penelitian & PKM. No. 2, Vol 4, Hlm 157.

[5] Dadan Sumara, dkk. (2017). Kenakalan Remaja Dan Penangananya. Jurnal Penelitian & PPM. No. 2, Vol 4, Hlm 350.

Gambar Gravatar
suka nonton film sendirian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *